“Menangkan” Demokrasi!





Hy sobat, yuk sekali- kali kita sahring tentang demokrasi. Gak salah kan ya? Soalnya anak muda itu sebaiknya tidak apatis apalagi alergi terhadap politik walau tidak terjun jadi polotik praktis. Hemmm mungkin sebagian sobat ada yang gak setuju:). Yang jelas Indonesia merdeka oleh anak- muda dengan girah dan semangat juang yang tinggi.Tentunya semangat juang yang tinggi ini dibawah bimbingan para cerdik pandai serta ulama yang ada kala itu. Simpelnya, Soekarno muda di usia 28 tahun menjadi presiden yang sebelumnya meminta fatwa resolusi jihad pada Kyia Hasyim Asy’ari. Ini berarti anak muda berpolitik tidak lepas dari bimbingan. 
.
.Kembali, bicara soal demokrasi belakangan ini menurut pengamatan saya bangsa Indonesia mengalami kemuduran. Iya, Indonesia dengan segala cita- cita luhurnya belum bisa berdiri tegak untuk menjaga prinsip- prinsip demokrasi yang pernah diamanahkan oleh foundhing father kita dulu sobat. Mereka menghargai suara bahkan memuliakan pandangan demi sebuah kemaslahatan dan kemerdekaan Negara. Lihatlah panitia sembilan dalam merumuskan konsep dasar negara betapa demokratisnya para pendiri bangsa kala itu. 
.Bungkarno Mengutarakan, 


“Agar demokrasi  yang dibangun diusahakan benar- benar bersifat Indonesia, demokrasi yang lebih berdasarkan mufakat dan tidak ala barat yang memecah belah….”


lahh hari ini sobat, saya denger tuh orang yang maaf kalo saya sebut “gila” diikutsertakan dalam pemilihan umum. Ahh emang lucu ya negeriku kini, selucu- lucunya negeri hingga mereka melihat dari luar terbahak- bahak saat menyaksikan orang “gila” lagi nyoblos dan keluar dari ruang pencoblosan harus berlari lari lalu berteriak,“hihihih negeri lucu, orang sepertiku ikut meggilai negara” Aduhhh apa kata dunia ya sobat..
.
Bebicara tentang demokrasi ialah bicara tentang saling memberi ruang bagi suara seluas- luasnya untuk rakyat. Memberikan keluasan suara bukan berarti kebablasan semua harus bersuara dengan alibi menjunjung demokrasi tapi lupa menggunakan etika demokrasi itu sendiri.  .
.
Kesadaran berbangsa itu artinya mutlak bagi Negara yang dewasa. Indonesia harusnya dewasa dalam mengolah demokrasi dan menjaga suara- suara mereka yang ingin membangun bangsa. Mereka yang kritis melihat realitas bangsa ialah mereka yang peduli untuk sebuah kemajuan bahkan kemaslahatan bangsa. Ehhh malah mereka seringnya dituduh makar, anarkis dan keterlaluan. Owh kapan bangsa ini akan membaik kalau sana sini saling menuding satu sama lain bahkan kehabisan negeri. Untuk itu yuk menangkan demokrasi Indonesia..
.
Cukup dulu ya sobat, next dalam waktu dekat kita bakal sharing lagi. Sedikit bocoran bakal menggali isu terkait kotak suara kardus. Lagi- lagi ada fenomena lucu di negeri ini menjelang pemilu wwkww.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *