Pak Joko, Guru Iqro “nyambi” dosen dan lurah.

Salam bertumbuh buat sobat semua. Hari ini saya dan tim tahfidz Sekolah Teladan Yogyakarta baru saja melakukan pelatihan pembelajaran Iqro’ dari pagi hingga sore hari dengan mengundang LPTQ AMM Yogyakarta. Sebuah lembaga yang fokus untuk pengajaran Iqro’ dengan metodenya sekaligus banyak melakukan pembinaan dikampung2 dan masjid serta mushalla. Lembaga ini juga memiliki litbang yang langsung dibawahi oleh kementrian Agama sebagai wadah riset dan pengembangan. Litbang ini salah satu outputnya melahirkan terobosan untuk pembelajaran Iqro’ bagi tunarungu dan kaum difabel sejenisnya,

Nahh salah satu pemateri kami adalah pak. Joko yang telah mengajar alias menjadi guru Iqro dikampung halamannya selama belasan hampir puluhan tahun berkiprah di dunia anak- anak TPA ini. Sejak tahun 2002 beliau sudah aktif menjadi guru Iqro’. Dengan kelakar namun menjadi inspirasi tersendiri bagi kami peserta, beliau menuturkan yang kini menjadi lurah, “Pekerjaan saya itu guru Iqro’ nyambi lurah” alias profesi utamanya ialah mengajarkan Al- Qur’an dalam hal ini guru TPA mengajarkan Iqro’ untuk anak- anak.

Tidak hanya menjadikan guru Iqro’ sebagai profesi utama beliau. Pak. Joko pasionable banget sobat dengan dunia pendidikan tersebut. Di tengah- tengah menjelaskan materi pelatihan di selingi kelakar beliau berujar, “jika ditanya seneng mana, nagajar anak- anak atau mahasiswa? Maka saya jawab ya seneng nagajar anak- anak lah, lucu- lucu tidak seperti mahasiswa bikin ruet”. Ini membuktikan betapa beliau amat menikmati dunia pendidikan dengan mengajar.

Sesekali kata beliau juga ada yang menayakan enak jadi lurah apa ngajar anak- anak TPA di kampung, dengan penuh kelakar beliau tegaskan sobat tetep seneng ma anak- anak. Beliau menceritakan betapa lucunya anak- anak di desanya anak yang hebat kalo gak mau ngaji pas pulang dari masjid tepi sawah itu ada bawah ikan dan ini baginya seni “ngulang guru moco iqro’ ten deso” sembari memcah tawa di ruangan dengan bahasa jawa khas beliau bercampur ngapak memcah ruangan jadi tawa dan cair.

Pelatihan kali ini seru banget sobat. Kami bersama tim tahfidz akhirnya mendapat ilmu sekaligus terinspirasi dari Pak. Joko, betapa mengajarkan Iqro’ itu bagian dari pendidikan dan dunia pendidikan. Sarat dengan pengalaman dan pemahaman tentang konsep pendidikan dari beliau, kami peserta pelatihan sangat menikmati pemaparan metode pengajaran Iqro’. Pak. Joko tidak hanya menjelaskan materi melainkan juga merangsang kami untuk bener2 memahami dunia pengajaran yang sesungguhnya. Menggiring kami untuk jadi guru yang cerdas dengan segala pendekatan.

Beliau mengingatkan betapa pentingnya sosok guru, tidak hanya hadir dikelas lalu memberikan materi. “Mengajar adalah seni” tegas beliau.

Pak Joko mengatakan,

Anak- anak cerdas itu hanya butuh sosok guru yang menjadi sahabat mereka, sedang anak- anak yang belum paham itu butuh guru yang hebat dalan memahami dan memberikan pemahaman materi.

Yang terpenting sobat, kali ini kami mendapatkan banyak sekali prinsip- prinsip dunia pendidikan yang bakal jadi bekal kami kedepan untuk terus bertumbuh be a teacher. Tidak hanya sekedar ngajar tapi menjadi sosok sahabat terbaik buat murid dan bisa memahami tanpa harus meminta anak yang memahami. Karena bagi saya sobat, ketika guru itu mau memahami murid dengan latar masalah mereka masing- masing maka yakinilah suatu saat meraka akan paham betapa tulusnya sosok guru yang pernah hadir dan memahamiku dulu.

Just Inspiring today, semoga bermanfaat bagi sobat semua. Cukup dulu ya sobat, next time tunggu aja sapaan berikutnya. Salam inspirasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *