Pemimpin Indonesia (PI)

images (1)
Halo wan kawan mungkin ini sapaan rindu untuk share tulisan lagi:) sebelumnya salam hangat deh buat kalian semua. Langsung saja kali ini penulis mencoba melihat perspektif lain tentang arti calon pemimpin. Belakangan ini rakyat dengan jumlah ratusan juta penduduk Indonesia fokus pada berita tentang capres dan cawapres dari fua paslon 01 dan 02 yang nantinya bakal memimpin Indonesia 5 tahun mendatang.

Nah tulisan ini tidak akan mengempanyekan pihak satu dan pihak lain. Satu yang coba penulis kembangkan secara luas ialah arti kata dari pemimpin itu sendiri. Umum dipahami bahwa pemimpin adalah orang yang memimpin alias atasan tertinggi dalam sebuah struktur saat ini kaitanya dengan pilpres adalah Presiden sebagai orang tertinggi dalam susunan kelembagaan negara. Namun dan terkadang sebagian diantara kita melupakan istilah luas dari definisi pemimpin! Pemimpin secara bahasa diartikan adil dan meluruskan, ditengah, lalu menyeimbangkan, kemudian mempersatukan.

Dalam konteks di negeri kita hari ini rasanya perlu deh pemimpin yang tidak hanya memiliki kedudukan tertinggi dalam bagan pemerintahan. Hari ini masih banyak masyarakat yang belum dewasa mungkin karena banyak faktor, hari ini banyak rakyat yang masih belum paham arti persatuan dan persaudaraan, ahhh banyak lagi deh:(. Pemimpin yang menengahi dan menyatukan itu mutlak hadir. “Rindu nian ambo orang cak Bung. Karno” begitulah dialeg melayunya dimana sosok Bung. Karno begitu hebatnya memimpin negeri ini di masa awal lahirnya sebuah bangsa dari nasib yang terjajah beliau hadir mempersatukan rakyatnya hingga rela menghibahkan hidupanya sebagai “penyambung lidah rakyat”.

Indonesia pernah memiliki wajah demokrasi yang carut marut lalu hadirlah sosok Habibi, Gus Dur hingga SBY dalam menengahi gejolak konflik berkepanjangan. 98 turunya rezim orde baru oleh Habibi disikapi dengan penuh optimisme tentang arah baru wajah demokrasi bangsa. 99 lepasnya Timor Leste dari Indonesia karena konflik dan korban jiwa yang begitu besar di tahun- tahun berikutnya SBY membangun harmonisasi hubungan dengan Xanan Gusmao yang dikenal sebagi pendiri Republik Timor Leste. Dan babak terpenting bagi dewasanya negeri ini hadir sosok Gus. Dur untuk menyudahi masalah ras dan etnik di negeri ini, final dan jangan ada rasis lagi lalu akhirnya Gus. Dur mampu menjaga setiap jengkal dari tanah NKRI ini utuh bahkan rakyat papua mengangkatnya sebagai ayah angkat. Gus. Dur layaknya Bung. Karno yang mampu memikat hati rakyatnya walau beda dengan caranya masing- masing.

Dalam konteks pilpres mendatang semoga kedua paslon baik paslon no.1 dan 2 mampu menjadi pemimpin meneladani pendahulu dan menjawab tantangan dimasanya. Jokowi dengan gaya lipatan baju di lengannya semoga menjadi gesture alias mengirim pesan untuk saling merangkul satu sama lain. Prabowo dengan jas hitam penuh wibawa harapannya juga membawa pesan kedigdayaan negara dan mampu ikut bersama rakyat menjaganya.

Sekian dulu dari penulis harapannya menambah kazanah pengetahuan. Siapapun presidennya ingatlah bahwa bangsa ini tidak akan pernah kehilangan pemimpinya, sejarah telah membuktikan:)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *