Potret (bejat) Penerus Bangsa, Hello?

Ahhhh bingung mau mulai dari mana nih tulisan, liat fenomena generasi penerus yang kian hari bejatnya nggak ketulung. Penulis juga praktisi pendidikan di jurusan pendidikan, pernah ngajar di negara baru dengan latar belakang masyarakat yang kulturnya kita kenal keras. Satu bulan lebih mengajar anak- anak setingkat SMA di kota Dili, Timor Leste menjadi pengalaman berharga. Berinteraksi dengan masyarakat asli Timor Leste dan mereka mengakui anak- anak mereka harusnya dikerasi saja, “dikerasi kadang kagak mempan” pengakuan mereka. Bergaul dengan ibu guru yang sudah mengajar selama puluhan tahun di sekolah dengan anak asli Timor Leste, gak ada tuh kebejatan anak yang berani rokok di kelas depan guru, banting ganja dan nonton filem mesum seenaknya. Penulis belum menemukan keluhan ini.

Negara baru belasan tahun ini berdiri, tidak separah yang baru saja viral di negara kita puluhan tahun merdek dari penjajahan dengan segala kebiadaban mempermalukan bangsa ini. Dipertontokan melalui medsos kebengisan anak- anak di salah satu wilayah di Indonesia, malu sebut nama daerahnya jika mendengar dialeg cuplikan vidio yang viral itu. Ini jadi tontonan? Hello kemana wajah malu kita? Penulis sebagai insan pendidik sungguh malu rasanya SUMPAH.

Nih kita liat dulu cuplikanny, MIIIRRRIIIISSS BUNG. Tolong sebisanya tidak disaksikan oleh anak didik. Cukup para guru dan wali murid please yang nonton cuplikan ini!

Coba perhatikan, nakalnya amat keterlaluan. Dulu penulis bisa dikategorikan nakal pake tapi. Tetep hormat ma guru, tetep menjaga nama baik guru penuh kepatuhan. Lah ini bagaimana ya. Yuk kembalikan martabat pendidikan negeri ini. Peserta didik harus dikawal, pendidik jadi pengawal utamanya. Gak ada kata bejat melainkan anak nakal harus dijaga bukan dibiarkan, yuk bedakan juga anak bejat dengan anak nakal. Bejat itu penuh biadab serta kebengisan sedang nakal hanya butuh perhatian. Semoga sampai disini paham ya sobat.

Kebejatan sama halnya kemerosotan akhlak, amanat UU. No. 20 tanhun 2003 tentan Pendidikan Nasional harus dikawal! Guru bangsa kita sudah meneladani betapa meraka juga pendidik. Salah satu pesan saat ngisi kuliah di amrik, KH. Agus Salim berpesan arti penting bagi moral bangsa,

Lahh kita hari ini bukan lagi kemerosotan akhlak melainkan badai akhlak melanda anak negeri dengan penuh kebejatan. Sudah, cukup ini jadi tontonan pertama dan terakhir. Sekian dulu uraian dari penulis. Semoga bermanfaat dan salam hangat:)

Yogyakarta, 10 Januari 2019

(A. R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *